Rabu, 22 Agustus 2012

Kadang Engkau Manis

Engkau datang membawa senyum manis
Engkau datang membawa cinta
Engkau datang membawa keranda kesedihan kadang kala
Engkau datang membawa peti indah penuh kegembiraan

Wahai sang kekasih yang kupuja.......
Wahai sebuah nama yang selalu kueja
Dengan gembira dan tertawa terlunta-lunta
Dengan sakit merakit dijiwa

Saat ini mulut ini bergumam...
Menyebut nama indahmu...
Kumenyanyi berdendang selalu menyebut namamu....

Mungkin engkau tak mendengarnya.....
Mungkin engkau tak merasakannya.....
Tapi, yang jelas lidah ini tak berhenti bergetar menyebut namamu dinda....



Kupu-kupu Penuh pertanyaan

ia menatapku dengan diam
guratan dahinya penuh beribu pertanyaan
kupu-kupun terbang dengan indahnya
begitupun wajah itu begitu indah

siapakah ia?
akupun juga tidak tahu
apa maunya?
ia yang tahu!!!

aku masih mencari tahu tentangnya
tentang ia
tentang kediamanya
tentang kemauanya

hampa
kosong
diam
tak bergerak
dan kenyataanya diam dalam pertanyaan

mata itu....
sorotanya......
masih memendam pertanyaan
aku masih tidak tahu....
apa maunya....


Jiwa Nan Rapuh

Kadang kutatap kehidupan penuh misteri
Kucoba berlari mencari jawaban atas diri ini
Memikirkan yang tidak dapat kupikirkan
Kuterjebak dalam jaring-jaring kegelapan
Kealpaanku dalam kebaikan
Cahaya kegelapan begitu menyilaukan mataku
Tak mampu lagi diri ini menatap sang waktu
Rasa pegal, nyeri, putus asa telah datang
Sang juru kunci tak mau menjamahku
Menjamah tubuh yang kotor ini
Atau karena aku tidak pernah lagi memberikan senyum kepadaNya
Senyum seorang hamba
Entah berapa kali aku coba
Tetap raga ini rapuh juga
Tuhan tetap menang dalam permainannya