Senin, 30 April 2012

SYAIR BERDARAH (arya dwipangga)

Pelangi muncul diatas kurawa
warnanya indah tanpa buatan
seorang gadis ternganga keheranan
rambutnya tergurai jatuh ke pangkuan

Sekuntum cempaka sedang mekar ditaman sari desa menguntur
kelopaknya indah tersenyum segar
kan kupetik cempaka itu untuk kubawa tidur malam nanti

Ku buka jendela dan terbayang malam yang indah dihiyasi chandra kartika
di Bulan indah ini
sepuluh kali aku lewati pintu rumahmu yang masih rapat terkunci dari dalam
kapan terbuka???????
Wahai sang Dewi puspa

Pelangi itu muncul lagi
membuat garis melengkung ke langit tinggi
daun ilanglang diterpa angin gemerisik 
membangunkan tidurku dari mimpi  buruk
di batas tugu yang indah ini
ku pahat dengan bermandikan keringat kasih
kalau kau tatap mega yang berbunga-bunga
disanalah aku duduk menunggu pintu maafmu terbuka

Pelangi senja mengantarkan burung-burung pulang kesarangnya
domba-domba pulang kekandangnya
tapi aku hendak kemana
apa yang kulakukan menjadi tak berharga selama senyumnyu masih kau sembunyikan
di balik keangkuhan hatimu

Nari Ratih.......!!!!
kau adalah sebuah batu karang
tapi aku adalah angin yang sabar setia
sampai langit di atas terbelah dua
aku akan membelai namamu bagaikan bunga

Jika hari telah tidur dipangkuan malam 
aku kirim bisikan hatiku ini bersama angin
biarpun malam pucat kedinginan
biarpun bintang merintih dilangit yang jauh
aku akan tidur dengan tenang
sambil memeluk senyummu dalam kehangatan mimpiku

Aku berkelana mencari cinta kedesa-desa yang jauh
akhirnya di candi walandit aku puaskan dahagaku


4 komentar:

  1. syair yg luarbiasa masbro..........terus berkarya.........

    BalasHapus
  2. q jdi ingat...msa dulu ..waktu ..mndengar kan sandiwara radio.
    .tpi.taun nya aq lupa..

    BalasHapus

  3. Salam kenal gan. Penggemar arya dwipangga juga ya gan? Sama dengan saya.
    Di sini ada kumpulan syair berdarah arya dwipangga lengkap.

    BalasHapus